Berita

Cara Tepat Menyimpan Bahan Makanan

King Tomato News: Cara Tepat Menyimpan Bahan Makanan

Bahan makanan terdiri dari berbagai jenis, yang paling umum Anda butuhkan untuk kebutuhan sehari-hari adalah sayur-sayuran, buah-buahan, daging/ikan, tepung-tepungan, beras, dan lain-lain. Biasanya Anda akan membeli bahan makanan tersebut untuk persedian selama satu minggu atau bahkan satu bulan. Bahan makanan tersebuat akan Anda simpan di dapur di tempat-tempat yang sesuai dengan jenis bahan makanan tersebut. Namun sudah tepatkah Anda dalam menyimpan bahan-bahan makanan Anda? Karena ketika Anda menyimpan bahan makanan Anda dengan tepat maka hal tersebut akan memperpanjang umur simpan bahan makanan tersebut. Berikut ini adalah cara tepat menyimpan bahan makanan berdasarkan jenisnya untuk memperpanjang umur simpan:

  1. Makanan Tidak Tahan Lama

Makanan tidak tahan lama adalah makanan yang mudah membusuk dan memerlukan cara khusus untuk mencegah cepat busuk. Bahan makanan yang tergolong makanan tidak tahan lama seperti daging ikan, daging unggas, telur, yogurt, susu, produk susu, dan sayuran.  Untuk jenis bahan makanan semacam ini harus disimpan di dalam pendingin (refrigerator) dengan suhu antara 5oC - -16oC.

  • Ikan dan Daging: di dalam freezer maksimum penyimpanan 28 hari
  • Sayuran: pisahkan sayuran daun dengan bahan lainnya, karena sayuran daun paling cepat membusuk agar tidak menulari bahan makanan lainnya. Letakan sayuran di bagian bawah kulkas dan jangan digabung dengan bahan makanan lain
  • Buah-buahan: Tidak semua buah dapat disimpan pada suhu rendah, hanya buah yang mengandung kadar air tinggi beberapa contohnya seperti semangka, melon, jeruk yang harus disimpan di refrigerator. Untuk jenis buah seperti salak, alpukat, pisang, tomat lebih baik jika disimpan di suhu ruang yang tidak terpapar matahari langsung
  • Susu dan produk susu: Susu akan bertahan 3-4 hari di dalam kulkas, dan bisa diletakan di bagian pintu kulkas. Jangan lupa untuk selalau menutup rapat susu dalam kemasan, karena susu sangat rentan tercemar bakteri
     2. Makanan Semi-Tahan Lama

Makanan semi-tahan lama merupakan makanan yang bisa bertahan selama beberapa minggu atau beberapa bulan selama tidak tercemar bakteri atau jamur. Yang termasuk bahan makanan semi-tahan lama adalah tepung-tepungan, roti, umbi-umbian, bawang, minyak. Jenis bahan makanan ini sebagaian besar harus dijaga dari udara lembab diusahakan selalu dalam kondisi kering dan tidak terkena paparan sinar matahari

  • Roti: Roti memiliki umur simpan maksimal 10 hari jika tidak dalam kondisi lembab dan terkontaminasi. Roti harus dalam keadaan tertutup bungkus, karena mudah terkontaminasi jamur dari udara. Bisa juga disimpan di kulkas, namun resikonya roti bisa menjadi keras, untuk itu saat ingin dikonsumsi lagi Anda dapat memanaskan roti terlebih dahulu
  • Tepung-tepungan: Sebenarnya jenis tepung-tepungan memiliki umur simpan yang cukup lama bisa lebih dari 12 bulan, tergantung dengan penyimpanannya. Simpan tepung di wadah tertutup dan dalam keadaan kering, dan tidak terkena paparan sinar matahari langsung
  • Umbi-umbian: Sebagian besar umbi-umbian, seperti kentang, ubi merah, ubi kayu dan lainya memiliki umur simpan lebih sekitar 5 minggu. Hindari menyimpan umbi-umbian di dalam kulkas, akan lebih baik disimpan di ruangan yang bersuhu sejuk dan bungkus dengan kertas
  • Bawang: Menyimpan bawang yang baik adalah di suhu ruang yang kering dan juga dengan sedikit cahaya. Jadi letakan bawang di tempat yang gelap dan kering

     3. Makanan Tahan Lama

Makanan tahan lama adalah jenis makanan yang dapat disimpan selama 1 tahun. Bahan makanan yang termasuk dalam makanan tahan lama adalah kacang-kacangan, gula, garam, rempah-rempah. Jenis bahan makanan seperti ini baik disimpan di tempat bersih yang kering.

  • Kacang-kacangan: Untuk kacang-kacangan lebih baik hindari udara terbuka (O2) karena kacangan akan mengalami oksidasi akibatnya rasa dan tekstur berubah. Maka harus disimpan dalam wadah yang tertutup rapat, kering dan bersih
  • Garam dan Gula: Untuk garam dan gula ternyata adalah jenis yang dapat menyerap kelembaban, bahkan saat hujan garam dan gula bisa menjadi basah. Maka akan lebih baik jika tidak disimpan di daerah dapur, tetapi bisa diletakan di lemari makan atau meja makan.
  • Rempah-rempah: Untuk penyimpanan rempah-rempah baik disimpan di suhu ruang dalam kondisi kering dan tidak terkenna cahaya matahari langsung jadi letakan di tempat sedikit cahaya. Sedangkan untuk rempah-rumpah bubuk letakan di wadah tertutup yang kering, indikasi kerusakan adalah jika rempah-rempah bubuk menggumpal.
Refferences: 


D.A. Sari, Hadiyanto. 2012. Teknologi Dan Metode Penyimpanan Makanan Sebagai Upaya Memperpanjang Shelf Life. Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Vol.2 No. 2