Berita

Kombinasi Gizi Makanan Untuk Anak

King Tomato News: Kombinasi Gizi Makanan Untuk Anak

Nutrisi adalah keseluruhan berbagai proses dalam tubuh untuk menerima bahan-bahan agar menghasilkan berbagai aktivitas. Bahan-bahan tersebut dikenal dengan istilah Nutrient atau unsur gizi (air, protein, lemak, karbohidrat, vitamin dan mineral). Zat gizi tersebut sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk proses tumbuh dan berkembang. Khusunya untuk anak usia 0 (bayi) sampai usia 10 tahun (usia sekolah) sangat membutuhkan makanan kaya nutrisi. Pemberian nutrisi menjadi penting pada anak karena tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan fisik namun juga berdampak pada perkembangan fisik, akal, dan prilaku. Berikut ini kebutuhan nutrisi dan juga kombinasi gizi seimbang sesuai umurnya:

1. Bayi 0 – 24 Bulan

Pada masa ini pertumbuhan terjadi dengan cepat. Umumnya bayi memerlukan jenis makanan utama berupa ASI (Air Susu Ibu), susu formula, dan nantinya makanan padat. Kebutuhan kalori pada umur 0 – 24 bulan adalah 100-200 kkal/kgBB. MPASI (Makanan Pendamping ASI) Bisa ditambahkan dimulai dengan buah-buahan yang dilumatkan atau dibuat puree (bubur). Memasuki usia 4 bulan mulai ditambahkan makanan berbasis tepung (beras, jagung, havermouth) ataupun biscuit. Pemberian nasi tim dan protein hewani (telur, ati ayam, ikan) bisa diperbolehkan pada usia 7 bulan ke atas

2. Balita 2 – 3 Tahun

Anak usia 2 -  tahun memiliki karekter aktif dan terus bergerak, namun cendrung sulit makan dan nafsu makan berubah-ubah. Umumnya kalori yang dibutuhkan adalah 100 kkal/kgBB. Anda mulai bisa mengurangi frekuensi minum susu kemudian kenalkan jenis makanan baru, misalnya protein hewani seperti daging sapi, ayam, atau ikan, atau karbohidrat seperti spaghetti, roti, atau umbi-umbian. Jangan lupa untuk selalu memberikan air putih setiap kali habis makan 

3. Pra-sekolah 4 – 5 Tahun

Anak usia 4 – 5 tahun mengalami pertumbuhan sedikit lambat, kebutuhan kalorinya 85 kkal/kgBB. Pada masa usia ini anak bertambah aktivitasnya dengan belajar dan bermain, mereka cendrung tidak peduli dengan waktu makan. Maka jika anak porsi makannya sedikit anda bisa memperbanyak frekuensi makan menjadi 4-5 kali diselingi dengan makanan ringan (camilan) yang sehat seperti buah, kacang-kacangan, dan yoghurt. Susu cukup 1-2 kali sehari saja kemudian berikan beragam jenis makanan agar nantinya anak tidak pilih-pilih makanan

4. Sekolah 6 – 10 Tahun

Anak usia 6-10 tahun sudah bersekolah dan juga memiliki kegiatan lain yang menyita banyak waktu seprti les, atau bermain bersama teman-temannya. Kebutuhan kalorinya sekitar 85 kkal/kgBB. Mereka biasanya mampu mengatur pola makannya sendiri, namun mereka juga sudah mengenal jajanan di luar rumah terutama di sekolah. Maka yang harus anda perhatikan adalah bekal makanan anak anda untuk dibawa ke sekolah. Anda bisa membawakan menu yang sederhana dan mudah dibawa seperti sandwich, spaghetti, salad, ataupun hidangan lain yang tidak merepotkan dibawa oleh anak anda. Yang tak kalah penting adalah hidangan di rumah, anda harus menyajikan menu yang bervariasi agar anak anda tidak bosan dan tidak memilih jajan di luar rumah. Perbanyak protein dan karbohidrat kompleks (beras merah, havermouth), lemak secukupnya, pilih sayur-sayuran kaya serat, lengkapi dengan vitamin dan air putih sebanyak-banyaknya minimal 8 gelas sehari. 


Refferences

Irma Mayandra. 2011. Nutrisi Anak. Unpad.ac.id 

Rizqie Aulina. 2011. Gizi Seimbang dan Makanan Sehat Untuk Anak Usia Dini